Semua artikel
Berita

Ketua PWNU Sulut: Nahdliyin Harus Menjadi Penengah dan Teladan di Tengah Perbedaan

BOLSEL (Nahdlatul Ulama)– Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bolaang Mongondow Selatan, dan juga sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama H. Muh. Thaib Mokobombang, S.Ag., MH menghadiri kegiatan Silaturahim dan Penguatan Organisas…

PCNU Redaksi8 Juni 2026Diperbarui 8 Juni 20263 menit baca

BOLSEL (Nahdlatul Ulama)– Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bolaang Mongondow Selatan, dan juga sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama H. Muh. Thaib Mokobombang, S.Ag., MH menghadiri kegiatan Silaturahim dan Penguatan Organisasi Nahdlatul Ulama bersama Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Utara, Dr. Drs. KH. Ulyas Taha, M.Pd. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Bolaang Mongondow Selatan pada Ahad (7/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan ini dihadiri oleh jajaran pengurus PCNU, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), badan otonom NU, tokoh agama, tokoh masyarakat, para penyuluh agama, serta warga nahdliyin dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

Kehadiran Ketua PWNU Sulawesi Utara menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mempererat hubungan antara pengurus wilayah dan pengurus cabang. Selain menjadi ajang silaturahim, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memberikan penguatan terhadap peran dan tanggung jawab warga Nahdlatul Ulama dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan bermasyarakat yang semakin kompleks.

Dalam sambutannya, Ketua PCNU Bolaang Mongondow Selatan, H. Muh. Thaib Mokobombang, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran Ketua PWNU Sulawesi Utara beserta rombongan di Bolaang Mongondow Selatan. Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan bentuk perhatian dan komitmen PWNU dalam membangun organisasi yang kuat hingga ke tingkat cabang dan ranting.

“Silaturahim ini bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi menjadi energi baru bagi seluruh pengurus dan warga Nahdlatul Ulama di Bolaang Mongondow Selatan untuk terus memperkuat khidmat kepada umat, menjaga persatuan, serta mengembangkan program-program organisasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Thaib Mokobombang mengajak seluruh warga nahdliyin untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan kekompakan dalam menjalankan roda organisasi. Ia menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah yang moderat, toleran, dan rahmatan lil alamin.

Sementara itu, dalam arahannya, Ketua PWNU Sulawesi Utara, Dr. Drs. KH. Ulyas Taha, M.Pd menekankan pentingnya peran warga Nahdlatul Ulama sebagai penengah di tengah berbagai dinamika dan perbedaan yang terjadi di masyarakat. Menurutnya, warga NU harus mampu menghadirkan keteladanan melalui sikap, ucapan, maupun tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Warga Nahdliyin harus menjadi penengah di tengah-tengah perbedaan. Jangan menjadi bagian dari persoalan, tetapi harus menjadi bagian dari solusi. Nahdliyin harus mampu memberikan contoh yang baik melalui perkataan dan perbuatan serta senantiasa mengedepankan akhlak yang mulia dalam setiap interaksi sosial,” tegasnya.

KH. Ulyas Taha juga mengingatkan bahwa keberagaman merupakan kenyataan yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, warga NU harus mampu merawat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku, budaya, maupun pilihan sosial dan politik.

“Di tengah berbagai perbedaan, kita harus tumbuh bersama. Nahdlatul Ulama hadir untuk memperkuat persatuan, menjaga harmoni, dan menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh masyarakat. Nilai-nilai moderasi, toleransi, dan ukhuwah harus terus kita jaga dan implementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Selain memberikan penguatan organisasi, Ketua PWNU Sulawesi Utara juga mengajak seluruh pengurus NU di berbagai tingkatan untuk terus meningkatkan kapasitas organisasi, memperkuat kaderisasi, dan mengembangkan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Menurutnya, organisasi yang kuat adalah organisasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi umat.

Kegiatan silaturahim dan penguatan organisasi tersebut berlangsung dengan penuh antusias. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian acara dengan khidmat, mulai dari penyampaian materi organisasi, dialog interaktif, hingga diskusi mengenai berbagai program penguatan kelembagaan Nahdlatul Ulama di Sulawesi Utara, khususnya di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun semangat baru bagi seluruh warga nahdliyin untuk terus memperkuat peran Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan yang senantiasa menjaga persatuan, mengedepankan moderasi beragama, serta menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (Arp)

Bagikan: